oleh

Waspada Covi-19, Tim Gabungan Kabupaten Dompu, Gencar Laksanakan Operasi Yustisi PKM dan Rapied Anti Gen

Dompu. Jakarta-News. Upaya meminimalisir  penyebaran Covid-19 di wilayah Kabupaten Dompu, Tim Gabungan terdiri dari unsur Kodim 1614, dan Polres Dompu, BPBD, Dinas Kesehatan dan Pol PP, gencar melakukan operasi yustisi pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) dan  dilanjutkan Rapid Anti Gen bagi masyarakat yang berkerumunan tidak menggunakan masker.

Baca juga:

Aiptu Hujaifah paur Subbag Humas Polres Dompu mengatakan, sebelumnya tim gabungan melakukan apel bersama di lapangan upacara mapolres Dompu yang di pimpin langsung Kapolres AKBP Syarif Hidayat SIK SH, yang diikuti Danramil 1614-01 Dompu, Kapten Inf. Muh. Yamin, Kaur Bin Ops Sabhara Polres Dompu, Iptu Samsul Rizal, Kabid Kesiapsiagaan BPBD, Agus Irawan, ST, Kepala UPTD Lapkesda, Rosdiana, A.Md.,Kes., Kasi Ops Sat Pol.PP saudara Rustam Efendi, S.Sos.

Kapolres dalam sambutanya menyampaikan bahwa, “kegiatan ini dimaksudkan untuk menindak lanjuti adanya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat antara lain, mengingatkan masyarakat agar tidak berkerumun dan selalu memakai masker, membatasi mobilitas yang tidak perlu serta menjaga daya tahan tubuh,” papar Kapolres.

Kapolres menegaskan, jika masyarakat tidak mematuhi protokol kesehatan maka akan dikenakan denda sesuai Pergub No. 7 th 2020 dan Surat Edaran Gubernur NTB No.360/112/BPBD-NTB/2021 tentang Penerapan Disiplin Serta Penegakan Hukum Protokol Kesehatan.

Usai Apel Kesiapan, petugas gabungan kemudian melaksanakan kegiatan Rapid Anti Gen bertempat di depan Masjid Raya – Bolly Mart, dengan tujuan agar bisa menjaring para pengguna jalan serta warga yang berbelanja di Bolly Mart. “Karena tempat-tempat seperti itu berpotensi terjadinya kerumunan, terlebih lagi masih adanya warga yang bandel tidak menggunakan masker,” terangnya.

Dalam Rapid Anti Gen tersebut, petugas berhasil menjaring beberapa orang pengguna jalan yang tidak mematuhi protokol kesehatan antara lain,  Abdullah (41) Asal Lingkungan Bali Kecamatan Dompu, Nasarudin (32) dari Manggelewa, Muhammad Taufik (45) asal Kelurahan Kandai I, Sulastri (50) dari Kandai I, Raodah (58) asal Kelurahan Kandai-I. “Dari hasil Rapid ke lima warga tersebut ternyata senuanya negatif”.

Selain lima orang di atas, terdapat juga warga lainnya yang terjaring yaitu; Ahmad (31) asal Kelurahan Rasanae, Kota Bima, Adi (21) asal Lingkungan Bali I, M. Maliq (54) asal Lingkungan Magenda, Nasrudin (56) dari  Lingkungan Mantro. Dan berdasarkan hasil Rapid Anti Gen dari ke empat orang itu juga hasilnya Negatif. “Dari sekian warga yang terjaring, salah satunya didapatkan hasil Reaktif yaitu saudara Dominggus (20) tinggal di Desa Bali Satu Kecamatan Dompu,” ungkap Syarif.

Dominggus bukan lah warga asli Dompu, tetapi ia pendatang dari Sumba Barat NTT, yang saat ini menetap sementara di Desa Bali Satu, Dompu. Dengan adanya hasil Reaktif maka, dari pihak Puskesmas Dompu sudah melakukan tracing kontak kepada Dominggus.

Dengan digelarnya Operasi Yustisi yang dirangkai dengan Rapid Anti Gen ini, Kapolres berharap agar “masyarakat terbuka pikirannya untuk tidak mengabaikan peringatan terkait bahaya Covid-19. Terlebih lagi Corona Virus, kini muncul lagi varian baru, B117. Untuk itu, perlu koordinasi dengan instansi dan unsur terkait, misalnya; Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat sehingga mencapai hasil maksimal,” pungkasnya. (Rdw ddo).