oleh

Waka BSSN Himbau Milenial Akan Bahaya Gadgat

Wakil Kepala BSSN (Badan Siber dan sandi Negara) Komjen Pol. Dharma Pongrekun sampaikan memaparkan himbauan  mengenai Cyberspace is Life Engineering kepada masyarakat dan generasi milenial.Dharma memaparkan mengenai dunia siber dari perspektif grand makro. Menurutnya, dibalik segala hal terkait dunia siber, terdapat agenda tersembunyi yang membuat kita asik dalam satu persoalan dan dapat berdampak buruk. Dharma menyebutnya life engineering.“Life engineering itu adalah pribadi-pribadi kita yang di-engineering, sehingga tanpa disadari kita mudah dikendalikan,” ujar Dharma.Dharma juga menyampaikan tentang penyalahgunaan teknologi yang dapat berakibat fatal seperti hoaks yang menyebar dengan lebih cepat dan lebih masif sehingga bisa merusak kerukunan dan memecah belah kesatuan bangsa dalam waktu cukup singkat.

Dalam paparannya, Waka BSSN mengatakan bahwa ada lebih dari 130 juta penduduk Indonesia yang aktif menggunakan media sosial, adapun platform media sosial yang sering digunakan oleh penduduk Indonesia adalah Youtube, Whatsapp, Instagram, Facebook dan Line.

Melihat banyaknya pengguna media sosial di Indonesia, melahirkan dampak yang positif maupun negatif, adapun dampak positif yang ditimbulkan oleh media sosial adalah mudah berkomunikasi, hubungan menjadi lebih dekat, memperluas jaringan, kemudahan mendapat informasi dan sebagai wadah untuk beriklan. Selain dampak positif, media sosial juga memiliki dampak yang  negatif.  Dampak negatif ini dapat disebabkan oleh perseorangan maupun kelompok. Dampak negatif yang perlu diperhatikan dalam menggunakan media sosial adalah mudahnya penyebaran hoax dan pornografi, serta cyber abuse. Cyber abuse atau penyalahgunaan siber itu sendiri adalah tindakan yang dapat merugikan seseorang ataupun suatu kelompok.

Dalam Advertorial medsos selalu mempunyai daya tarik yang dibuat dengan cara hypno-writer. “Itulah sebabnya konten-kontennya memiliki kekuatan hipnotis. Karena kalau kita membaca konten yang menyebalkan, psikologi tubuh kita akan turut bereaksi kesal. Lama-lama kita terbawa seperti orang yang terhipnotis nurut saja dengan isi konten tersebut,” ujarnya.

Jenderal polisi bintang tiga itu juga mengingatkan kepada generasi milenial yang terkabaung dalam komunitas Milenial Skenario dan Film yang dibina oleh Sekjen GNM gerbang Nusantara maju Hilman Ferian untuk mewaspadai berbagai tantangan seperti hedonisme, materialisme, virtualisme, dan radikalisme yang mengakibatkan masyarakat lupa akan jati diri bangsa. Jati diri bangsa Indonesia yang dimaksud adalah gotong royong dan memahami Pancasila dengan benar.

Menurut Dharma, manusia yang fitrah itu selalu menjadikan Tuhan nomor satu di dalam hidupnya, bukan yang lain-lain. Maka dari itu, dia berpesan kepada generasi milenial untuk membawa bangsa Indonesia menjadi lebih baik lagi sebagai bangsa yang besar dan berbudaya.

Ramah Tamah komjen Dharma bersama Ferian sekretaris GNM dan Sandra C Ketua GNM dibilangan Fatamawati Jakarta Selatan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.