oleh

Tim Gabungan TNI, Polri, BPBD Bercucur Keringat Memulihan Akibat Banjir di Huu Dompu NTB

Pasca gempuran banjir yang meluluh lantahkan wilayah pertahanan ‘Huu Dompu NTB’, beberapa hari lalu, memaksa tim gabungan TNI, Polri dan BPBD Kabupaten Dompu harus bercucur keringat memulihkan kondisi perumahan warga dan perbaikan inftastruktur serta membersihan sampah-sampah yang berserakkan.

Dari pantauan Jakarta News, bahwa tim dari unsur TNI, Polri, dan BPBD dan relawan dari berbagai organisasi sosial lainnya secara bersama-sama membantu percepatan pemulihan perkampungan masyarakat tersebut. Tim gabungan berkonsentrasi di tiga titik lokasi yang berdampak paling parah yaitu di Desa Daha, Desa Marada dan Desa Rasabou.

Untuk memperlancar pemulihan, Tim gabungan tidak hanya bekerja secara manual, tetapi dibantu  peralatan berat jenis eksavator dan beberapa unit kendaraan Dum-Truk yang di fasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten Dompu.

Tidak sampai hanya di situ. Bupati Dompu Abdul Kader Zaelani terus mendorong tim penanganan Banjir bersama Instansi terkait, agar dapat menyelesaikan kegiatan ini sesuai batas waktu yang di rencanakan. Untuk itu dalam penanganan pemulihan bancana banjir ini Bupati dan Wakil Bupati terjun langsung ke lapangan guna memonitor dan mengevaluasi perkembangan penanganan.

Bupati menegaskan, “masa penanganan pemulihan ini akan dikebut secepat mungkin. Dan kegiatan ini akan dilaksanakan sesuai tahapan sehingga bisa terselesaikan dengan baik, terutama rehabilitas rumah warga, lorong / gang dan infrastruktur serta drainase di pemukiman penduduk,” tegas Bupati.

Selain itu yang menjadi konsen Bupati, adalah pembersihan limbah sampah, ranting pohon dan tumpukan batu-batu serta lumpur di jalan dan pemukiman warga. Karena hal itu, menurut Bupati, “akan membawa dampak buruk terhadap kesehatan masyarakat seperti DBD, colera dan penyakit menular lainya,” jelasnya.

Banjir bandang ini membawa duka dan trauma bagi Masyarakat Hu’u. “Pasalnya banjir tahun ini begitu dahsyat dan berlangsung dua kali dalam jeda waktu berdekatan, dan merugikan warga sangat besar, di antaranya; rumah rusak, ternak dan ratusan hektar tanaman padi dan jagung tersapus habis oleh banjir,” papar Bupati. “Begitu pula, harta dan barang berharga lainnya banyak yang tidak bisa di selamatkan,” sambungnya.

Keadaan saat ini, ratusan keluarga di tiga desa tersebut, untuk sementara sebagiannya sudah ditampung di tempat pengungsian dan ada juga yang menumpang di rumah-rumah kelurga masing-masing. (Rdw. Ddo)

Wartawan Jakarta News, Saat Memantau Kondisi Pasca Banjir di Hu’u Dompu NTB