oleh

Tersingkap Nyata…, Sosok dr.Irfan, Kandidat Calon Bupati Bima 2020-2025

Jakarta-News. Sebagaimana dijanjikan bahwa rublik ini akan menyajikan dengan Seronok tentang para kandidat calon Bupati Bima secara acak. Diawali Incumbent Indah Dhamayanti Putri dengan Judul beritanya ‘Nyaris Bugil Tersingkap….’

Edisi ini akan diungkap tentang sosok dokter Irfan. Untuk mengetahui siapa dia, wartawan Jakarta-News mencoba meniliknya dengan jurus Tawaf-Sya’I.  Putar 7 kali…, mondar mandir…, lari-lari kecil… hal itu dilakukan guna menggapai data yang tersembunyi di Gua Hiroh. Alhamdulillah dengan Kalimat Talbiyah data tersingkap…, sehingga sosok yang satu ini dapat dibedah bersama.

dr.Irfan Zubaidy

Dokter Irfan Zubaidy...!

Jika disebut nama ini, sudah banyak orang tahu, apalagi orang-orang yang meringis karena asam urat, orang-orang struk ringan, dan Ibu-ibu yang anaknya stip (panas tinggi) langsung ingat dokter bertubuh atletis, kelahiran Bima 24-11-1968. Pesiennya senang berobat pada dia, karena selain ramah, perlakuannya terhadap orang-orang yang (maaf) kurang beruntung hanya disuruh beli obat tanpa dibebani biaya pemeriksaan. Oleh karena itu ia sangat dikenang oleh (maaf lagi) kaum du’afa di Kota Bima maupun di Kabupaten Bima.

Jakarta-News yang bertanya langsung kepada beberapa pasien, “kenapa tidak berobat langsung ke rumah sakit, kan lebih murah” pancing penulis. “Lebih murah kata siapa?. Justru di sana lebih mahal dan ribet” tutur pasien yang sedang menunggu giliran untuk berobat. “Memang berobat di sini (dr.irfan) bisa murah?” tanya penulis lagi. “Kalau kita-kita yang miskin hanya disuruh bayar obat doang, tapi kalau pasiennya orang kaya, bayar obat dan biaya pemeriksaan” jawab pasien itu polos.  

Irfan adalah putra asli Bima, besar dan bersekolah di Bima. Setelah lulus SMA ia melanjutkan kuliah S1, S2 di Universitas Airlangga Surabaya. Di kampusnya ia aktif berorganisasi (senat dan anggota badan perwakilan mahasiswa) Kedokteran Unair. Tujuan mereka dalam organisasi adalah sebagai wadah pergerakan melawan kedzoliman dan ketidak-adilan yang dilakukan penguasa.

Setelah tamat kuliah, selain menjadi dokter praktek ia berkiprah di dunia politik. Untuk mengetahui sosok ini, wartawan Jakarta-News berhasil mewawancainya. Berikut wawancaranya;

Jakarta-News: Apa motivasi anda terjun ke politik dan menjadi calon Bupati Bima? .dr.Irfan: Agar bisa berbuat banyak dalam perbaikan kondisi Bima harus menjadi eksekutif, karena eksekutif lah sebagai penentu kebijakan. Kalau sudah demikian akan gampang untuk menerapkan kebijakan pro rakyat, bukan pro kelompok atau kepentingan pribadi.   

Jakarta-News: Apa program utamanya jika terpilih menjadi bupati?. dr.Irfan; Menyiapkan BPJS gratis bagi masyarakat Kabupaten Bima dan memaksimalkan peras ASN sebagai pelayan masyarakat.

Suami dari Anita Hamid ini, lalu membeberkan data tentang BPJS Kabupaten Bima dengan rinci “Dari jumlah penduduk Kab. Bima sebanyak (525.828) jiwa, yang sudah mendapatkan BPJS dari Anggaran APBN sebanyak (311.543) jiwa, dari anggaran APBD Prov sebanyak (6201) jiwa, sedangkan dari anggaran ABPD Kab.Bima sebanyak (32.733) jiwa, ASN-Pensiunan ASN + TNI Polri dll, sebanyak (71.282) jiwa. Jadi jumlah yang terlayani sebanyak 421.792 jiwa, baru (80%). Sedangkan rakyat yang belum terlayani sebanyak (104.066) jiwa. Inilah yang akan kami garap jika terpilih menjadi bupati” paparnya.

dr.Irfan bersama calon wakilnya usai sholat Jum’at

Tentang Test Kesamaptaan.

Jakarta-News: Jika KPU mensyaratkan para calon untuk test kesamaptaan (adu lari). Anda siap? dr.Irfan: Insya-Allah siap.

Jakarta-News: Dari para calon (Indah Dhamayanti, Syafrudin, Efendi Ibrahim, Ruslan Ismail), jika adu lari, bisa anda ungguli mereka ?. Sebelum menjawab, dokter bertubuh atletis ini Irfan lama ketawa. dr.Irfan: Insya-Allah bisa, karena saya senang olah raga, sementara mereka jarang olah raga apalagi  olahraga lari.

Jakarta-News: Pertanyaan yang ini harus dijawab secara serius dan tidak boleh ketawa, pinta penulis…. “Antara Indah Dhamayanti dengan Syafrudin siapa yang menang jika adu lari ?. Mendapat pertanyaan itu, Irfan ngakak sampe keluar air mata… Ayo jawab, desak penulis.

dr.Irfan: Kalau menurut Jakarta-News, siapa yang menang?, Irfan tanya balik. Jakarta-News: Kok tanya balik ?. Ok deh kalau sulit menjawab, biar wartawan yang jawab secara ilmiah dan logis. “Dari postur tubuh, Indah Dhayanti dan Syafrudin sama-sama gendut. Dari faktor usia, Indah Dhamayanti lebih muda dan lumayan gesit, sedangkan Syafrudin lebih berumur”. Jadi menurut wartawan, “mereka akan saling mengungguli hingga ngos-ngosan, tetapi tidak ada yang sampai ke garis finis, karena badan mereka terlalu berat dan kambembu”. Kambembu adalah bahasa Bima, yang berarti tambun (brerot) bahasa Jakartanya.

Siap beradu Lari dengan Kandidat Lain

Keseriusan Irfan untuk daerah Bima, ia telah melakukan banyak hal, di antaranya mendirikan Yayasan Ta’awun di Kabupaten Bima dan Yayasan Uswatun Hasanah di Kota Bima. Kedua Yayasan itu sebagai wadah dalam kegiatan sosial, pendidikan dan da’wah. Oleh karena itu menurutnya, “kesibukan sebagai dokter bukanlah  sebagai penghalang untuk mengurus yayasan, sekaligus sebagai Staf pengajar Siroh Nabawiyah di SMPIT Insan Kamil Bima” paparnya. Begitu pula kegiatannya sebagai Ketua Bidang Dakwah Pulau Sumbawa DPW PKS dan anggota majelis pertimbangan DPW PKS NTB dilaksanakannya dengan enjoy dan senang hati, “karena hal itu merupakan lahan da’wah baginyapungkasnya.

Sebagai media refresing dan hiburan di hari liburnya, ia telah membentuk komunitas (Club) Sepeda yang diberi nama ‘Konstanta Bima’. Adapun tujuannya menurut ayah dari tiga orang anak ini “agar bisa berolahraga bersama sambil tamasya menikmati dan mencintai alam, sebagai amanah dari Allah untuk dijaga dan dilestarikan bersama-sama anggota club” paparnya.

Di akhir pembicaraan dengan Jakarta-News, Irfan mengutib sebuah Hadist Nabi saw bahwa “sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfa’at bagi orang lain. Saya ingin ituungkap Irfan tulus.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

3 komentar

  1. Pungkasan yg luas biasa informatif dan cerdas.

    judulnya bikin deg degan dan membuat penasaran tuk di baca.

    Penulis yg cerdas