oleh

Suasana Bahagia, Berqurban Di Mushollah Raudhatul Jannah RT 019/01 Sunter Jaya Jakarta Utara

Elok Chandra, (Calon Datuk) ikut pantau
Mr. Dul, seksi keamanan sigap

Kebersamaan dan kekompakan warga RT (019, 020, 022) RW 01, Sunter Jaya Jakrta Utara dalam melaksanakan Sunnah Rasulullah saw berupa kepedulian terhadap sesama sehingga kesulitan ekonomi akibat covid-19 bukanlah penghalang untuk tetap berqurban (berbagi) sehingga setingkat mushollah (Mushollah Raudhatul Jannah) yang jema’ahnya sedikit,  tidak pernah kurang dari 4 ekor sapi dan puluhan kambing setiap tahunnya disemblih di mushollah tersebut.  

Berdasarkan pantauan Jakarta News pada saat pemotongan hewan hari Sabtu 1 Agustus 2020 di Mushollah Raudhatul Jannah RT 19 /01 Sunter Jaya Jakarta Utara, diiringi takbir mengagungkan Asma Allah, warga berbondong-bondong dengan ekspresi wajah riang gembira mendatangi dan melihat proses pemotongan hewan di mushollah kebanggaan mereka.

Hasanudin asal Losari Cirebon, yang mengatur jalannya proses pemotongan qurban mengatakan “saat ini kita mempraktekan cara baru dalam sistem pemotongan, jadi cukup hanya beberapa orang yang telah ditunjuk untuk memegang tali dan yang lainnya silakan memperhatikan saja” pinta wong Cirebon yang berkumis tebal itu.  

Dengan tehnik temuan baru dari Hasanudin itu, ternyata hanya ditarik sedikit saja dengan tali yang diikat pada bagian tertentu, sehingga sapi langsung rubuh tergeletak, kemudian diikat dan diatur posisinya agar ‘golok maduranya’ Ustatz Zaini yang kebetulan berasal Madura dengan gampang dan cepat menggorok leher sapi, sehingga hewan qurban tertidak terlalu lama merasakan sakit.  

Hasanudin yang ditanya Jakarta-News, “kok gampang banget cara merubuhkan sapinya tanpa harus banyak orang. Tehnik dari dari Losari ya?” tanya Jakarta News. Hasanudin ketawa terkekeh, lalu menjawab, “saya berguru di Bogor, lalu dicoba praktekan di sini, ternyata mudah” jawabnya. “Jadi kalau ilmunya terus dipake oleh mushollah, bisa dapat kompensasi atau royalty dong?” canda penulis. “Emangnya Amerika yang selalu mencari keuntungan..!” jawab Hasanudin guyon.

Sementara itu, Ustadz Zaini yang kelihatan rilex memainkan golok ‘maduranya’ (menyembelih) ditanya Jakarta News, “anda begitu tenang menggorok leher sapi hingga darahnya ngucur deras. bagaimana perasaannya?” tanya penulis. “Dalam pikiran saya hanya melaksanakan perintah agama untuk kepentingan umat, jadi perasaanya bagian dari ibadah yang dicontohkan Nabi” jawabnya.    

Ibu-ibu dan anak yang ikut menyaksikan acara pemotongan hewan tersebut, ditanya Jakarta-News, mereka menawab “kami senang, karena kebagian daging qurban di Mushollah Raudhatul Jannah dapatnya banyak, beda dengan di tempat lain” jawab mereka. “Cara baginya gimana?” tanya penulis. “Kami bawa kupon ke rumah RT masing-masing, langsung dikasih daging” tutur mereka.      

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.