oleh

SMPN2 Kota Bima: Indahnya Kebersamaan

Nenek-nenek dan Kakek bergaya

Indahnya masa-masa sekolah terulang kembali. Uban di kepala, pipi peot, perut buncit, lutut yang mulai krutut-krutuk dan asam urat yang kerap menggoda, tidak sedikitpun menghalangi semangat Alumni SMPN2 Kota Bima angkatan 1975 untuk berheppy ria di Pantai Kelaki Bima, mengulang kembali kenangan indah masa lalu. Usia boleh berkepala 6, perut boleh gombrot tetapi semangat bergelora tidak pernah pudar.

Kambing guling plus gule adalah menu utama, sekaligus untuk menguji nyali para kamula tua, apakah berani melanggar larangan dokter?. Ternyata hidangan itu ludes tersantap. Hingga mitos yang selama ini mendera, bahwa daging kambing pemicu tensi, sirna dan lenyap.

Maemunah Jafar kepada Jakarta-News mengatakan, kami sangat bersyukur bahwa dalam usia yang sudah sepuh begini masih semangat untuk berkumpul. Dari semnagatnya itu, kami panitia sengaja  siapakan hidangan kambing guling dan gule, untuk menguji nyali teman-teman yang suka selektif dalam memilih makanan dan sekali gus untuk menghapus mitos tentang mengkonsumsi daging kambing menyebabkan hipertensi. “Ternyata teman-teman, aman-aman saja dan tidak ada laporan bahwa mereka terkena hipertensi” tutur Maemun bangga.

Senada dengan Maemun, Wahyudin,MM ketua alumni mengatakan, “semangat teman-teman perlu kita responi dengan baik, sehingga sepakat untuk berkumpul secara periodic. Kali ini kita pilih Pantai Lariti. Alhamdulillah, sewalaupun tinggalnya berjauhan, kami tetap solid dan peduli antar sesama. Komunikasi kami cair, semuanya berekspresi sebagaimana dulu waktu masa-masa sekolah. Indah sekali rasanya, moment macam ini, semoga semuanya selalu sehat dan panjang umur” harap Wahyudin.