oleh

Sidang Kabinet 1-12-2020 Di Istana Negara, Tentang Strategi Implementasi APBN 2021

Jakarta-News. Sidang Kabinet Paripurna 1 Desember 2020 di Istana Merdeka Jakarta, Presiden menyampaikan hal-hal yang perlu menjadikan perhatian pemerintah. Di antaranya mengenai Covid-19. Dalam penanganan Covid-19 sudah berlangsung lebih dari sembilan bulan. Dan kalau dilihat per 30 November, maka angka kesembuhan di negara kita berkisar 83,6 persen. “Ini lebih baik dari rata-rata angka kesembuhan dunia yang berada di angka 69,03 persen. Hal ini sudah jauh lebih baik” ungkap Presiden.

Berkaitan dengan kasus aktif Indonesia, terus membaik, yaitu di bulan September berada di angka (16,69%). Kemudian bulan Oktober menjadi (14,26%), lalu pada November lebih baik lagi menjadi (13,75%). “Artinya, perkembangan setiap bulannya semakin baik. Dan bulan ini hanya (13,25%). Hal ini jauh lebih baik dari angka rata-rata kasus aktif di belahan dunia lainnya sebesar (28,55%)” papar Presiden.

Hanya saja yang masih perlu focus lagi yaitu mengenai angka kematian yang masih tinggi (3,1%). “Kita masih berada di atas angka kematian dunia yaitu (2,32%). Hal ini disebabkan karena keterlambatan ventilator dan lain-lain” ungkap Presiden.

Memperhatikan hal ini, Presiden telah memberikan warning secara tegas. Kita enggak mau ini terus berlanjut. Jadi saya ingatkan, “segera diperbaiki. Di beberapa kota dan kabupaten masih ada kenaikan. Hal itu harus dikejar dan dihentikan. Jangan sampai terus merangkak naik. Dan juga ada satu sampai tiga provinsi yang perlu diberikan perhatian” tandasnya..

Di samping itu Presiden juga mengingatkan, yaitu berkaitan dengan realisasi anggaran tahun 2020. “Ini tinggal tiga minggu lagi, praktis tiga minggu ini, semuanya harus konsentrasi kepada realisasi belanja 2020″ imbuh Presiden.

Mengenai anggaran 2021, Presiden minta  untuk setiap kementerian terutama yang anggarannya besar, agar segera membelanjakannya di awal Januari, “jangan sampai masuk ke Februari baru belanja” pinta Presiden.

Di akhir penyampaiannya Presiden menginatkan kembali, sekali lagi, belanja-belanja dan belanja, agar semuanya bisa segera direalisasikan di awal Januari. “Semestinya pelelangan sudah bisa dimulai dari sekarang karena, DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran)-kemarin sudah dibagikan, sehingga bisa dilelangkan dengan segera” Presiden menyindir.