oleh

Ruslan Ismail,SH. Gagal Cabub, Mentreng Dengan Properti Kamataland

Berbeda dengan para politisi lainnya, Ruslan H.Ismail,SH boleh gagal menjadi calon Bupati Bima (2020-2025), tetapi mentreng bersama property. Ia tidak menunggu berhasil menjadi bupati atau berkuasa terlebih dahulu baru berinisiatif untuk membangun Bima. Ia komit dengan janjinya untuk peduli sewalaupun belum berhasil menjadi orang nomor satu di Kabupaten Bima. Buktinya ia langsung tancap gas mengaktualisasikan janjinya dengan membangun perumahan modern yang terjangkau harganya di daerah strategis Kota Bima.

Ruslan tidak seperti kebanyakan para caleg dan calon pemimpin lainnya yang tiba-tiba santun dan empati dusta. Ia membuktikan dengan membangun dua buah komplek perumahan di Kota Bima; Masing-masing Perum Maharani Grand Residen yang berlokasi di Sambina’e dan hunian perkotaan baru yang bernama Kamataland di Pantai Kolo Bima. Gebrakan Ruslan untuk membantu masyarakat Bima, bukan hanya membangun perumahan, tetapi menyediakan pupuk organik untuk para petani.

Tentang debut putra asli Bima yang lahir 02 November 1974 ini, wartawan Jakarta News berhasil menemuinya di Bima belum lama ini. Berikut paparannya; “Saya hadir di Bima untuk memberikan solusi mengenai kebutuhan masyarakat Bima. Saya melakukan riset dengan banyak mendengar akan keinginan dan kebutuhan mereka. Umumnya masyarakat Bima masih banyak yang belum memiliki rumah. Begitu pula untuk para petani, jika musim tanam tiba, selalu kesulitan mendapatkan pupuk. Oleh karena itu, kedua kebutuhan itu saya priorotaskan sebagai garapan perdana,” papar Ruslan.

Kebanyakan para politisi, baru mau berbuat jika sudah berkuasa. Kenapa Anda beda?” tanya Jakarta News. “Mungkin cara pandang kita dalam memaknai hidup ini yang beda. Literatur Islam menyebutkan, sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain. Saya berusaha untuk itu, dan tidak perlu nunggu berkuasa atau tidak baru berbuat” jawabnya.

Ruslan H.Ismail adalah putra asli Bima dan pernah mengenyam pendidikan di Al-Azhar Mesir. Ia adalah sosok yang rendah hati penghafal Qur’an. Selama perbincangan dengan Jakarta News terpancar kesederhanaan, tidak sedikitpun terlihat sebagai sosok orang sukses. Ia bersahaja dalam bertutur-kata dan bersikap.

Sambil menikmati kopi, kami pun lanjutkan dialog; “Kelihatan rumah yang dibangun itu modern dan elit. Apa bisa terjangkau oleh masyarakat Bima?” tanya Jakarta News. “Insya-Allah terjangkau, sebab pola yang dipakai oleh kami adalah pola syari’ah, dengan nilai jual masih di bawah harga konvensional,” jawabnya.

Wartawan Jakarta News sempat melakukan survey dikedua lokasi perumanan tersebut. Grand Maharani Residen yang berada di Sambina’e wilayah selatan Kota Bima sangat estotik dan merarik, begitu pula perkotaan baru Kamataland yang terletak di Pantai Kolo, wilayah utara Kota Bima sangat indah karena karena berviuw-kan alam laut.