oleh

Rekor Permainan Angklung di Tanah Amerika

Festival Angklung mengalunkan lagu heal the world

permainan angklung khas karya seni budaya dari Jawa Barat mengumandang di tanah amerika dalam festiival Indonesia dan hari perayaan  multikultured yang di ikuti hampir 5000 peserta ,acara ini diadakan munoment National Mall-Washington , yang lokasinya antara lain menghadap Capitol Hill (Gedung Kongres AS) serta berseberangan dengan Gedung Putih, yaitu kantor dan kediaman resmi Presiden AS.

Para peserta yang masing-masing mendapatkan sebuah angklung serta syal batik atau ikat kepala khas Bali saat memasuki arena, mengikuti panduan Daeng Udjo dengan membunyikan angklung berdasarkan salah satu nama pulau di Indonesia yang tercantum pada angklung mereka.

Nama-nama pulau tersebut –Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali, Sulawesi, Lombok, Maluku, Flores, Papua, Halmahera– secara berurutan menggambarkan not do-re-mi-fa-so-la-ti-do-re (atas)-mi (atas).

Peserta membunyikan angklung masing-masing saat Daeng Udjo memberikan tanda not-not tersebut dengan menggunakan berbagai bentuk tangan.

Dari atas panggung, Daeng melatih para peserta memainkan beberapa lagu termasuk “Take Me Home, Country Roads” ciptaan John Denver, Taffy Nivert, dan Bill Danoff, sebelum akhirnya masuk ke lagu resmi pencetakan rekor, “We Are the World”.

Yang kemudian delegasi dari pihak “Guinness World Records” mengaku terkesima dengan kenyataan bahwa banyak peserta sebelumnya sama sekali tidak pernah memegang angklung namun bisa bersama-sama memainkan “We Are the World

Festival Indonesia ini dihadiri juga dengan artis Yana julio,Agus Wishman yang terkabung dalam group Elfa singer dan Denada,serta artis mancanegara termasuk Brazilian Percussion, Interfaith Concert hingga kelompok musik kondang dari Australia, Air Supply

Duta besar Indonesia untuk Amerika sangat haru dan menitikkan air mata disaat diumumkan oleh pihak Guinness World Records bahwa peserta mencapai 5.182 orang yang ini menjadi kebanggaan kita semua sebagai bangsa Indonesia yang kaya akan budaya dari sebuah alat musik tradisional yang mengangkat citra dan martabak bangsa .

Redaksi (fhm)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.