oleh

PTM. Taruna, Jangan Lama ‘Kongko’, Segera Undang PTM.Terate

Usai kalah (12-11) dari PTM.Terate belum lama ini, lihatlah bagaimana gaya dan ekspresi pemain PTM.Taruna dalam foto ini. Entahlah… mau berkomentar apa saja boleh. Dalam rublik ini bebas dengan gaya suka-suka, mau berkomentar atau menilai, tapi dosa ‘ghibah’ tanggung sendiri. Usai menilai, jangan lupa istighfar. semoga dosa ghibahnya diampuni (ingat itu). Namun semilir angin dari kemayoran telah mengabarkan, bahwa itu adalah gaya Milenial Zaman Now-nya PTM.Taruna. Benarkah?.

Berikut tafsir dhoif ekspresi wajah mereka: Pemain ujung kiri, ia terbiasa pada setiap moment, selalu sigap heningkan cipta walau sendirian, sebagai pertanda cinta NKRI; Kedua kiri, dengan gaya lipat tangan anak sholeh, lirikannya dapat difahami, ‘Covid Corona’ segera kau hijrah ke Cina dan Israil, biar kami bisa balas kekalahan dari Terate; Ketiga kiri, cerminan rasa hormat pada penasehat spiritual “tenang Ngkong, Allah akan kabulkan do’anya; Jhoni Ular pemain senior Taruna bingung, “kenapa bintik saya mandul, racunnya hambar oleh bintik Terate?”. Temannya yang bermasker hijau nimpali, “Jon.. Jon… ape kate ane, makanya ganti polos, biar moncer dan padu liukan punggung ente” sarannya. “Gue kagak ikutan, kalau kalah, kalah ajakata si ntong yang ke-empat dari kanan.  Sementara yang punggungnya kelihatan bengkok “Jangan anggap punggung gue error, ini mah hanya gaya Guys…!”; Kedua dari kanan “kalah boleh, dehidrasi No…, saya harus happy minum”; Paling kanan, “walau gendut, gua libas pemain Terate. Kren kan?”.     

Apapun retoris Tim PTM.Taruna. Namun jika ditanya kepada orang yang sedang ‘spaning sakit gigi’ pun akan berkata, bahwa ekspresi mereka, bukanlah karena ‘dzuhud atau rendah hati’ tetapi ekspresi ‘berlebam duka’. Kenapa demikian?. Karena kesempatan untuk membalas duka belum dapat sinyal dari penasehat spiritualnya.

Perhatikan ekspresi wajah pemain Terate, dengan celoteh-celoteh ngledek, “Jangan terlalu lama ‘kongko’ terus-menerus, segera undang untuk bertarung lagi. Duh sombongnya, baru menang sekali aja bangga…!

Ayo tarung lagi, jangan lama-lama nestapanya.

Ustadz Nasrudin intens latihan untuk membalas kekalahan. “Akan saya balas” katanya.

Wajah penasaran dari Ust. Nasrudin
Ketua PTM.Terate 202 Jakarta

Jangan bangga dulu…, PTM.Taruna itu sulit dikalahkan di kandangnya sendiri. Penasehat spiritual mereka tajir kalau di kandang. Tapi tenang aja…, tadi penasehat spiritual kita Pak Dukirin sudah ke Tasikmalaya, pura-pura antar orang berobat, tetapi ada misi lain yaitu memperdalam ilmu, guna mengimbangi ilmunya Kemayoran.   

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.