oleh

Orang Bajau di Torosiaje Dihina, Orang Bajau se-Indonesia dan Asia Meradang

Jakartanews.Online: Ratusan warga masyarakat Bajau yang berada di dua desa yakni, Desa Torosiaje dan Torosiaje Jaya (Torosiaje serumpun), Kecamatan Popayato, mendatangi Kantor Desa Dudeulo, di Kecamatan Popayato Barat, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo, pada Minggu (16/8/2020).

Ratusan warga Bajau di Torosiaje menuntut pemerintah desa setempat, untuk menindak tegas salah satu warga yang berulah di media sosial Facebook, dengan nama akun ERNI PATIR. Erni patir dalam statusnya dinilai menulis kalimat ujaran kebencian, merendahkan dan menghina orang Bajau, dan hal tersebut membuat orang Bajau se-Indonesia meradang. Berikut kutipan kalimat Erni Taib atau Erni Patir

“eh nga tau itu bahasa bajo bahasa setan yg ngana mo iko. bahasa baji. semua dpe orang bampancuri..pambaakal. semua orang bajo tidak ada adat. tidak ada sopan. kurang ajar semua dorang itu. apalgi yang dari torosiaje itu. tai gosi nene moyang”

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama filenya adalah IMG_20200816_204406.jpg

Kalimat status Erni Patir tersebeut yang dianggap Rasis dan memicu amarah orang Bajau si-Indonesia, yang diunggah pada Sabtu (15/82020). Ketika media ini mengecek status Erni Patir, kalimat itu sudah hilang dari linimasa FB-nya atau sudah dihapus.

Suasana Aksi Masyarakat Bajau di Kecamatan Popayato Dudewulo Menuntut Erni Patir segera Diproses Hukum

Berikut komentar masyarakat Bajau yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia dan Asia

Erni Bajau “Saya kaget lihat statusnya, aduh kaget karena nama saya sama. Sangat disesalkan, belum lama ini kami menuntut oknum kepala desa yang mengeluarkan kalimat indikasi merendahkan orang Bajau, eeh sekarang ada lagi. Ini tantangan buat kami orang Bajau, juga motivasi, supaya kami lebih bersatu dan jangan diam saat dihina atau ada yang merendahkan suku kami. Kita harus tindak tegas, beri pelajaran, bawa ke ranah hukum, sudah cukup kita diam selama ini” ujar aktivis Bajau asal Sulawesi Tenggara yang domisili Jakarta tersebut

Amir Koem, Bajau Gorontalo : ” Hai Ibu (Erni Patir) Suku Bajo suku yang diakui dalam bingkai NKRI bahkan dunia, bahasa Bajo bahasa yang memperkaya khazanah bahasa suku di NKRI, suku kami tidak pernah mengganggu suku lain, bahkan kami slalu hidup berdampingan, di Torosiaje (Bajo/Bajau) banyak suku, ada Gorontalo, Bugis, Jawa, Minahasa, Arab, China, dan lain sebagainya, mereka tdk merasa dibohongi (dalam bahasa ibu pambaakal) barang mereka aman kami tidak ganggu (dalam bahasa Ibu pambapancuri), tapi kenapa Ibu mengklaim kami Bajo (Torosiaje) seperti yang dalam status itu? Ibu mau berhapan dengan kami di hadapan hukum yaa? Ok, ditunggu bu” Ujar Amir Koem marah.

Paman Rahman dari Bajau Kalimantan Timur mengatakan “Jangan lagi berkahir dengan klarifikasi atau matrai 6000 karena suku kita sudah sangat direndahkan, kebanyakan kasus seperti ini pasti beralasan akun dihack padahal itu perbuatan yangg di akukan dengan dasar dan unsur ketidaksukaan pada suku kita Bajau, sedih saya mendengar ini jangan sampai ada pertikaian antar etnis karena ulah orang seperti ini”

Annie Dhinda Bahari Bajau dari Luwuk, Sulawesi Tengah berujar “iya denakan, semoga tidak ada lagi orang Bagei (yang bukan Bajau) berani menghina suku Bajau, sakit hati kami mendengar dikata-katai pencuri, padahal suku Bajau terkenal penyabar, baik hati, tidak suka konflik dengan orang lain, kita selalu mengalah, tapi kenapa masih ada Bagei yang tega menghina suku kita?”

“Pokoknya usut sampe orangnya ini masuk bui biar dia tau rasa” Geram Mus Musliadi, warga Bajau dari Wakatobi Sulawesi Tenggara

Mohammad Abdul Rahman dari Lahad datu Malaysia “Kenapa dia menghina bangsa kami,sepatutnya kita saling kenal mengenali di antara satu sama dengan yang lain,menghina bangsa adalah sangat sensitive”

Hasan Baginda Pink Nusa Tenggara Timur: “Saya Bajo Fores merasa terhina oleh akun yang menghina suku kebanggaan saya, semoga ditemukan orang itu dan segera ditindak sesuai hukum”

Hj Maljim Anjil di Kuala Lumpur: “Maaf. Saya pun orang Bajau juga. Jangan dihina orangg Bajau. Bajau di tempat saya ramai yangg jadi Profesor berpendidikan Phd. Dokter Perubatan, Engineer, Saintis serta Guru”

Bung Jhon di Makasar Sulawesi Selatan: ” Intinya Proses hukum secepatnya untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Tetap hadapi tengan tenang danakang-danakangku (saudara-saudaraku), serahkan kepada yang berwajib ini cobaan dan pembelajaran kita semua semoga dengan kejadian ini Suku Bajo dimanapun berada semakin kuat dan kompak”


Beragam komentar kekecewaan masyarakat Bajau di berbagai wilayah di Indonesia bahkan Asia yang tidak bisa semuanya ditampilkan di artikel ini, namun komentar tersebut dapat di lihat dalam Group Forum Keluarga Bajau Indonesia.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.