oleh

Nasrudin Tersenyum Di Pulo Asam

Pada hari Selasa sore, 29 September 2020, bertempat di Komplek Elit Pulo Asem kawasan Pemuda Jakarta Timur, terjadi pertarungan sengit mempertahankan gengsi antara Ustadz Nasrudin dengan Zaidan. Pertarungan revans tenis meja keduanya berlangsung sengit dan menegangkan. Untuk mengungguli lawan, keduanya telah mengeluarkan kemampuan terbaiknya, hingga terjadi long-set. Saat berlangsung set kelima, di menara masjid terdengar suara adzan magrib sehingga keduanya sepakat untuk menunda pertarungan besok hari.

Hadir dalam revans itu, pemain kidal berkumis tebal dari PTM.Terate, langsung diberi kesempatan menjajal Meja Donnic kinclong melawan Zaidan. Mengkilapnya meja, telah mendorong tangan kidal berekselerasi dengan service-service menyulitkan Zaidan. Zaidan mengakui, bahwa ia harus banyak berdoa dan istikhoro meminta petunjuk, sehingga tidak menjadi korban oleh service dan permainan anomali kebot.   

Masih dalam rivalitasnya dengan Pak Ustadz, saat perjalanan pulang, Zaidan sempat berbisik kepada Jakarta News, mengenai tehnik untuk mengalahkan Pak Ustadz. “Lihat aja besok, akan saya lumat beliau. Pokoknya tidak dikasih ampun. Apalagi ini berkaitan dengan gengsi,” papar Zaidan tegas. Sementara Sang Ustadz tidak sempat dimintai komentarnya, karena buru-buru pulang untuk melaksanakan sholat magrib di rumahnya.   

Suatu kesyukuran, dengan di lock-downnya arena kegiatan Terate, ada teman baik yang mengizinkan dan memfasilitasi secara terbatas berupa tempat dan sarana untuk sekedar menjaga kebugaran. Nyuwun Pak Sugeng…!