oleh

Muhammad Agung Nugroho, Pilot Berkarakter di Lion Air

 

Jakarta.awpi. Bila nurani telah menjadi instrumen dalam melaksanakan aktifitas atau profesi, maka akan lahirlah suatu keindahan alamiah yang hakiki. Indah dirasakan sukma, dan bermakna diresap indra. Hal itu merupakan karunia Tuhan yang tidak diberikan kepada semua manusia, tetapi hanya diberikan kepada orang-orang terpilih, sehingga jadilah dia berbeda dengan orang lainnya. Salah satu yang mendapatkan itu adalah Pilot Lion Air yang bernama Muhammad Agung Nugroho.

Karunia ini mungkin bagi Sang Pilot adalah biasa saja, karena merupakan bagian dari accesoris pelayanan yang harus di-explore untuk kepentingan dan dinikmati customer. Tetapi dalam situasi suntuk dan jenuh, hal sepele itulah yang bisa merubah suasana menjadi riang dan semangat. Namun hal itu jarang dilakukan oleh kru pesawat. Mereka umumnya terpasung oleh rutunitas yang monoton tanpa improvisasi, sehingga selama dalam penerbangan customer diliputi rasa suntuk dan jenuh.

Dalam penerbangan Jakarta-Surabaya Lion Air Boing 737-900, penulis mendapatkan sesuatu yang beda, yaitu kejelian Sang Pilot dalam memanfaatkan moment sehingga kejenuhan  customer dapat dideportasi. Saat Customer klimaks dengan perasaan suntuk dan jenuh, pikiran sedang melayang ke alam anta branta, terdengar suara parau yang bikin melek dan hentak yaitu informasi “sekarang kita berada persih di atas kota Semarang, dengan ketinggian jelajah 22 ribu kaki atau 11 KM di atas permukaan air, cuaca cukup dingin yaitu minus 1 Celsius. Kecepatan pesawat rata-rata 330 KM per jam. Adapun Jarak tempuh Semarang Surabaya sekitar 30 menit lagi Insya-Allah akan sampai Surabaya. Mendengar suara itu, wajah para penumpang langsung cerah dan bergairah.

Suara parau itu terasa indah…, dan indah…, bahkan lebih indah dari suara Koes Plus saat nyanyikan lagu Why Do You Love Me. Kenapa indah ?, karena menyajikan informasi yang merubah suasana dan ekspresi wajah dari galau dan jenuh menjadi gairah dan semangat, sehingga Covid-19 pun terbirit ngacir dari ruangan pesawat Lion Air saat itu.   

Pengalaman langka bagi penulis, mungkin juga bagi orang lain. Bahwa dengan setitik poin yang dilakukan Pilot Muhammad Agung Nugroho, yang jeli akan kebutuhan pelanggan pada saat dibutuhkan bisa tersaji secara ekselent. Sehingga sisa waktu 30 menit menuju Surabaya bisa dinikmati para penumpang dengan enjoy tanpa suntuk lagi. Tetap pukul 09.30, Rabu 4 Juli 2020 Boing 747-900 Jakarta-Surabaya mendarat nyaman di Juanda Surabaya.

Usai mendarat, penulis meminta izin kepada kru pesawat agar dipertemukan dengan Sang Pilot, hanya sekedar mengucapkan terima kasih karena telah memberikan pelayanan yang bernilai bagi penulis. Sambil mengambil gambar dan ucapan terima kasih, penulis langsung bertanya kepada Sang Pilot.

Pramugari Lion Air, Di atas pesawat ramah di luar Jaim.

Berikut dialog singkatnya:

Penulis: Umumnya pilot itu jaim, yang keluar dari ucapannya hanya isyarat mengenai take off and landing, tapi anda beda dan luar biasa… Tadi saat di semarang anda memberikan informasi yang bikin customer senang dan semangat termasuk saya. Apa yang mendorong anda melakukan itu?.

Agung: Malu saya dikatakan luar biasa terhadap hal sepele, karena semua itu merupakan bagian dari pelayanan. Saya hanya sedikit bagikan informasi biar customer tahu posisinya berada di mana”, jawab Agung santun.

Penulis; Saya sudah lama berlangganan Lion Air, tapi baru kali ini mendengarkan dan mendapatkan informasi macam itu dari kru pesawat.

 Agung: Alhamdulillah…, mungkin kebetulan mereka focus dengan urusan lain, sehingga tidak sempat menginformsikan hal macam itu, jawab Agung merendah.

Penulis:  Ok deh terima kasih, semoga anda tetap melaksanakannya biar customer terpikat dan senang terbang bersama Lion Air, tutup penulis sambil salaman berpisah.   

 

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.