oleh

Langkah Spetakuler, Sensasional Dari Seorang Anak Desa ‘Gumelar Abdul Latif, SPd.

Foto bersama Presiden saat ada kegiatan di Istana
Bersama Sekjen PDIP, berbincang serius
Abis happy bersama teman-temannya dari Bima

Jakarta-News. Terlahir di desa terpencil di Kabupaten Bima, persisnya di Desa Pai Kecamatan Wera, Gumelar Abdul Latif tumbuh secara ceriah sebagaimana umumnya anak usia kanak-kanak. Masa-masa ceriah dilaluinya dengan bermain, mengaji dan bersekolah di sebuah SD, yang merupakan satu-satunya sekolah formal yang ada di wilayah itu.

Berjalan waktu. Masa-masa indah di sekolah kebanggaannya itu akan berakhir. Sebentar lagi ia mesti berpisah dengan sekolahnya itu, untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi lagi. Karena di wilayah itu belum tersedia sekolah menengah, sehingga Gumelar kecil harus merantau ke kota, berpisah dengan ibu-bapak serta keluarganya. Sementara Usia Gumelar baru menapak angka 12 tahun. Usia yang relative muda untuk merantau dan bermandiri.

Hal itulah menjadi problem… Berpisah dengan orang tua dalam usia sedemikian. Harus bisa bermandiri adalah hal yang tidak gampang. Apalagi jarak antara desa dan kota sangat jauh, yaitu sekitar (50 KM). Sementara sarana transportati yang masih sangat terbatas. Kendaraan umum hanya ada satu kali dalam sehari.

Karena tekad orang tua untuk memajukan anak sangatlah kuat, sehingga ia menyampingkan semua bayangan semu yang menghambat. Mental Gumelar dibesarkan oleh Sang Ayah. Stimulus-stimulus akan bayangan masa depan yang indah terus disampaikan kepada sang anak. Akhirnya mental Gumelar kecil terbina, hingga ia semangat dan termotifasi untuk berangkat ke kota. Lalu ia didaftarkan oleh ayahnya ke Perguruan Muhammadiyah.

Ditempa dan digembleng dengan kemandirian sejak dini, menjadikan Gumelar terbiasa mapan dan tegar dalam menghadapi dan mengatasi setiap permasalahan. Sehingga ia aktif dalam berorganisasi dan kerap dipercaya oleh sekolahnya untuk menjadi pemimpin.

Berkat lidersip dasar yang diperolehnya itu, terus berkembang dalam kehidupan sosialnya. Sehingga tidaklah berlebihan, jika dalam kehidupannya di masyararakat, dia dipercaya untuk memegang jabatan organisasi sosial baik di tingkat kecamatan maupun kabupaten.

Tidak berhenti sampai di situ… Ia terus mengasah kemampuan lidership dan berorganisasi. Untuk itu ia tidak segan-segan mengikuti pelatihan-pelatihan, baik berbayar maupun pelatihan yang diadakan organisasinya.

Buah dari itu semua… Dalam era pemerintahan Joko Widodo, Gumelar Abdul Latif dipercaya untuk memegang beberapa jabatan di antaranya: Sebagai Koordinator Relawan Jokowi-JK Provinsi NTB tahun (3013-2014); Menjadi Sekretaris DPW Seknas Jokowi NTB (2014-2017);  Dan yang lebih ngetren hingga saat ini adalah, Jabatan sebagai Ketua Umum Lembaga Kader Militan Jokowi sejak tahun 2018-hingga sekarang. Sukses terus ya… Pak Gumelar Abdul Latif, SPd.”