oleh

Kisaran Cabub Bima. ARIFIN-EKAKUMALA SEMPURNA

Catatan Pengamat, Muhammad Tayeb Ibrahim. Detik-detik akhir Arifin dicabubkan. Runtang-runtung bergerilia Jakarta-Bima mendapatkan wangsit. Jika ini benar, bakal ada cabub Bima yang stres. Langkah itu akan sempurna kalau Eka Indra Kumala Juwita cawabupnya.

Arifin ziarah dan silaturrahim ke beberapa tokoh Bima, sebagai tanda keseriusan dan minta pandangan serta dukungan, tradisi ini lumrah. Selain sebagai pengingat tradisi, bahwa ‘minta restu’ kepada orangtua diyakini memuluskan jalan mencapai sukses. Ini tradisi turun-temurun dilakukan orang Bima. Setiap punya hajat besar, maka sungkeman atau minta restu semacam kewajiban yang harus dilakukan.

Realitas yang tak terbantah, Arifin belum moncer diberbagai survei yang ada. Namun namanya tidak tergantikan, kendati digoyang dari kiri kanan. Rakyat seperti muak dengan politisi yang sudah dikenal. Perasaan itu mengukuhkan sikap rakyat untuk memilih calon yang tindak dan lakunya belum tercemar.

Hasil survei yang mengkristal pada satu nama, menyebabkan Arifin menjadi sasaran tembak karena dianggap lawan yang bisa mengancam. Seluruh anasir yang berkepentingan untuk ikut berlaga berusaha menelanjangi. Kesalahan sekecil apapun akan dijadikan isu untuk mendegradasi. Bahkan tidak menutup kemungkinan rekayasa dan skenario dirancang untuk kepentingan itu.

Ini wajar dan sangat masuk akal. Sebab jika pamor Arifin tidak pudar, maka laga rebutan jabatan sebagai pemimpin tertinggi di Kabupaten Bima akan menarik dan seru. Modal yang ditabur seperti menggarami lautan, dan kampanye yang riuh tebar pesona hanya berbuah malu, karena rakyat yang transaksional menerima luberan rezeki tidak menjatuhkan pilihan pada yang member.

Jika minggu-minggu ini Arifin dideklarasikan sebagai cabub Bima, ini sangat strategis. Nama Arifin diyakini sebagai jaminan berduyun-duyunnya konstituen. Massa rakyat, baik yang partisan partai, maupun massa mengambang yang belum punya pilihan.

Dalam banyak survei, Indah Dhamayanti diprediksi akan menang dengan cawabub siapa saja. Nampaknya lembaga survei itu lupa, bahwa ada satu nama yang sangat potensial untuk menguati elektabilitas Arifin. Nama ini mampu menambah pundi-pundi suara pendukung Arifin, dan amat berperanan dalam laju pemerintahan ke depan. Dia adalah Eka Indra Kumala Juwita.

Wanita cantik asal Bolo itu punya massa riil. Dia bertugas di Jakarta dan dikenal sebagai birokrat yang ramah dan cerdas. Ia ingin kembali ke kampung untuk membangun Bima . Punya keluarga yang memiliki etika politik yang tinggi, dan berpikir jauh ke depan sebelum bertindak. Jika Arifin dipasangkan dengan Eka Indra Kumala, rasanya kemonceran pasangan ini tidak diragukan lagi dalam laga yang sebentar lagi digelar. Benarkah? Kita lihat sama-sama. (Pengamat)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.