oleh

Kenyamanan Wawo Mulai Terusik. Polresta Bima Harus Bertindak

Bima, Jakarta-News. Masyarakat Wawo minta, agar Polresta Bima kembali melakukan operasi simpatik di daerah Wawo. Pasalnya. Gejala sosial yang berpotensi memicu dan mengganggu kenyamanan dan ketertiban mulai muncul. Sebut saja misalnya: Kecenderungan pemakaian Knalpot Racing yang memekikkan telinga dan sabuk ayam.

Pemakaian knalpot Racing di Wawo kembali marak, karena tidak ada teguran dari pihak berwajib, sehingga mereka dapat bergaya, lalu lalang, dengan geberan gas motor kencang-kencang tanpa mengenal waktu, sehingga mengganggu kenyamanan masyarakat, apalagi di saat waktu sholat. Ibadah yang tadinya sholat tenang dan khusu’ berubah menjadi benci dan gondok.  

Begitu pula halnya dengan Sabuk Ayam. Dulu masyarakat Wawo alergi dan bersih dari perbuatan yang melanggar hukum, apalagi hukum agama. Tetapi sekarang, karena daerah lain gencar memberantas perbuatan tersebut, sehingga menjadi alternative bagi mereka adalah daerah Wawo, karena dianggap aman dan tidak terpantau oleh pihak berwajib. Biasanya kegiatan sabuk ayam ini diadakan setiah hari libur dan dilakukan secara sembunyi-sembunyi.

Karena ulah mereka ini, masyarakat dan para Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat mulai terusik, karena daerah mereka mulai terganggu kenyamanannya. Kepada Jakarta-News mereka mengaku, bahwa sangat terganggu dengan geber-geber motor yang memekikkan telinga, begitu pula terhadap sabuk ayam yang telah merendahkan martabat dan citra Wawo, yang selama ini dikenal sebagai daerah nyaman dan agamis. Oleh karena itu mereka minta, “agar Polresta Bima kembali melakukan operasi simpatik untuk menertibkan hal itu, sehingga Wawo bersih dari intrik-intrik demikian”, pinta mereka.

Pengakuan dari salah seorang warga asal Sape yang tinggal di Wawo yang enggan ditulis namanya mengatakan, “Wawo ini sudah tidak tertib lagi dalam berkendaraan. Knalpot motor sengaja diganti dengan knalpot yang berisik. Dulu di Sape juga demikian, sehingga sering memicu keributan. Tetapi sekarang sudah tidak lagi,” paparnya. Penyebabnya menurut sumber karena, kepintaran polisi membuat mereka kapok dan jera yaitu: “Terhadap mereka yang ditangkap karena memasang Knalpot Recing, dibawa ke tempat umum, lalu disuruh motornya dihidupkan sambil menarik gas kecang-kecang, kemudian yang punya motor disuruh mendekatkan kupingnya di ujung knalpot, sembari dia sendiri yang menarik gas secara full. Akibatnya karena kupingnya pekik dan sakit, dia kapok dan yang lain pun menjadi takut, sehingga sekarang Sape sudah bebas dari kebisingan knalpot” tutur orang tadi.

Tetapi di Wawo tidak perlu diperlakukan demikian, cukup dikasih tahu, karena karakter orang Wawo adalah lembut dan taat aturan. Karena itu Wawo dikenal sebagai daerah aman dan nyaman, tidak ada tawuran antar kampong ataupun pencurian.