oleh

Jembatan Dan Embung Bermasalah Di Desa Pesa Wawo Bima

Bima, Jakarta.News. Kaum Muda dan masyarakat Desa Pesa Kecamatan Wawo minta, agar aparat hukum memeriksa pelaksana proyek Jembatan Koro Pa’i dan Embung Kopa di wilayah Desa Pesa Kecamatan Wawo Kabupaten Bima. Pasalnya kedua proyek itu tidak dilaksanakan sesuai bestek dan konstruksi standar sehingga tidak berfungsi sesuai harapan.

Jembatan Koro Pa’i adalah jembatan perekonomian So Sori Kuta wilayah selatan Desa Pesa. Kondisinya telah terjadi kerusakan pada beton ujung jembatan dan pelataran pengamannya sehingga kendaraan angkutan berupa Dump Truck tidak berani lewat melalui jembatan tersebut. Kkhawatir akan ambruk.

Kondisi Jembatan Koro Pa’i

Keadaan demikian sama halnya dengan proyek Embung penahan air di Kopa, bagian utara wilayah Desa Pesa, Pelaksanaan pembuatan embung tersebut tidak sesuai konstruksi dan bestek, sehingga tidak berfungsi sesuai harapan yaitu Embung sebagai penahan air.

Menurut yang kami tahu bahwa, pada dasarnya konstruksi pembuatan embung antara lain; Bentuk permukaan embung harus disesuaikan dengan kondisi lapangan; Dinding embung dibuat miring atau tegak dengan kedalaman sekitar (2-3) meter; Untuk memperkokoh dinding embung,agar tidak mudah retak dan bocor dipasang batu bata kali serta adukan pasir dan semen; Permukaan dinding embung dapat dilapisi dengan adukan pasir dan semen.

Rupanya Embung Kopa, dibuat dengan teori aneh yaitu hanya, memasang bronjol tanpa adanya adukan pasir dan semen, sehingga air enggan untuk mampir. Akibatnya embung tersebut hanya menghabiskan uang negara tanpa ada nilai manfaatnya bagi masyarakat.

Tampak Bronjol Embung Kopa
Embung Kopa, kering kerontan

Berita Reporter Jakarta-News Bima, Tamrin.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.