oleh

Irjen Pol.Drs.A.Kamil Razak,SH.MH, Skill Bertalenta Dinikmati Banyak Orang.

Mejeng saat mengikuti Pendidikn Advokat di PP Polri Dharmawangsa Jakarta Selatan

Skill dan kemampuan adalah karunia Tuhan untuk hambaNya melalui proses belajar mengajar. Orang yang bersyukur akan itu, selalu rindu kegunaannya bagi orang lain sehingga ia terus belajar. Itulah Irjen Pol. A.Kamil Razak,SH.MH. Walau pangkat mentreng, kehidupan berkecukupan, dipercaya sebagai komisaris utama di beberapa perusahaan termasuk menjadi staf ahli menteri, namun karena pedulinya terhadap sesama masih terus untuk belajar. Berbeda dengan orang yang mengabaikan karunia, cenderung esklusif, berdiam diri dan tertutup bagi orang lain.

Di media ini pernah mengangkat suatu tulisan yang berjudul “Dae Kamil pioner terdepan berdirinya masjid SMPP-SMAN2”. Karena mendapatkan tanggapan dan komentar positif dari pembaca di antaranya mengatakan“Jendral agamis nan cerdas, Bravo untuk Pak Jendral, kita bangga memiliki orang besar yang rendah hati, dll…” Dari tanggapan-tanggapan itu, penulis tertarik untuk menyajikan secuil tentang tokoh ini kepada publik, mungkin bermanfa’at khususnya bagi penulis sendiri dan juga bagi orang lain termasuk kaum milenial Bima.

Bahwa, nilai sesorang manusia bukan karena pandainya berkoar, idealisnya dalam sudut pandang, oposan dalam bersikap sehingga terkadang tanpa disadarinya menyampingkan etika, sebagaimana belakangan ini sering terjadi dalam forum Mbojo, yang akibatnya komunikasi antara senior Bima dengan yuniornya tersumbat. Tetapi nilai dari seseorang insan yang telah ditorehkan para senior secara cemerlang adalah kerendahan hati ta’at kepada Sang Khaliq dan terus belajar sehingga lahir suatu karakter tawadhu yang saling menghormati dan menghargai.   

Penulis berhasil mengorek tentang tokoh yang dibahas ini, berkaitan dengan kegigihannya dalam  belajar sewalaupun gelar yang melekat pada namanya telah berderet, begitu juga pengalamannya tidak terbilang, tetapi masih rendah hati untuk belajar.

Berikut rahasia yang diperoleh penulis dari sang tokoh, Irjen Pol.Drs.A.Kamil Razak,SH.MH saat mengikuti pendidikan advocat di PP Polri Dharmawangsa Jakarta Selatan: Penulis: Apa sih motivasi anda untuk tetap belajar, padahal secara prestasi sudah puncaknya, begitu juga masalah materi sangat berkecukupan, apa  lagi yang dicari?; Jendral: Hidup ini sementara…, belajar itu wajib bagi orang muslim. Hadist mengatakan, sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfa’at bagi orang lain. Saya ingin bermanfaat bagi banyak orang; Penulis: Dengan mengikuti pendidikan advocat berarti jadi pengacara dong?; Jendral: Apa aja lah yang penting bermanfaat bagi orang lain; Penulis: Gimana dengan program doktornya?; Jendral: Karena pada saat itu terlalu sibuk dan saya juga malu pada dosen, maka saya minta DO; Penulis: Apa nggak ada rencana untuk melanjutkan lagi?. Jendral: Nanti lah!

Jam istirahat pun selesai, sang tokoh kembali masuk ruangan untuk mengikuti materi selanjutnya. Bahwa kepeduliannya terhadap sesama; Ada seorang asal Bima yang sakit akut sudah menahun, dibawanya ke Jakarta (dirawat) di RS.Harapan Kita dengan biaya darinya, Alhamdulillah sudah sembuh. Begitu pula program bedah rumah untuk orang yang kurang beruntung tetap berkelanjutan hingga saat ini. Selamat Pak Jendral, do’a tulus tetap meliputi Arsy’Nya Allah SWT.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.