oleh

ILC Edisi 08-09-2020, Hasril Caniago Cengangkan Orang Minang

Dipandang dari sisi manapun, pernyataan Hasril Caniago, pada ILC edisi Selasa 08-09-2020, boleh dibilang spetakuler. Hanya dengan menyebut Bakhtaruddin, kakek Arteria Dahlan adalah “Pendiri PKI Sumbar” nama Hasril Caniago sontak terkenal. Akankah perkataan Hasril gegabah dan tergolong membuka aib orang?. Bisa…! Namun yang pasti Hasril cerdas, bisa memanfaatkan suatu mument.

Sementara Arteria Dahlan politisi asal Minang yang sedang naik daun saat mendengar pernyataan itu justru aneh. Ia tidak marah. Malah menganggukan kepala dan tersenyum. Dalam benak penulis, apakah mereka berdua ‘sasurau’ (satu guru) atau sapacokian (sama-sama satu ceki ?).

Logikanya, dia harus counter secara spontan ucapan Hasril itu, sesuai karakter Arteria yang selama ini tajam. Tetapi pada saat itu, lidah Arteria  seperti kelu. Gayanya lembut dan banyak memuji orang minang. “Apakah ini karena is berada dilingkungan tokoh minang ?”. Hanya Arteria yang tahu.

Acara ILC hari itu menghadirkan sejumlah tokoh Minang untuk mengomentari ucapan pahit dari Puan Maharani, yang mengundang kemarahan warga minang. Mungkin ini hikmah buat Hasril dengan paparan dan statemennya mendapat acungan jempol dari orang Minang karena merupakan informasi sangat bernilai.

Statemen Hasril Caniago perlu juga dicermati dengan lapang dada. Karena ia bukanlah kaleng-kaleng atau orang  sembarang. Ia adalah budayawan dan wartawan senior yang katanya ingin meluruskan sejarah. Seperti contoh, ia kemukakan bahwa “Pemberontakan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) 1958 itu tidak bertujuan untuk menjatuhkan Soekarno atau membentuk negara baru, tetapi hanya I gin menurunkan pemerintahan Ali Sastro Amidjoyo yang waktu itu menjadi Perdana Mentri,” tandas Hasril Caniago.

Sehari berikutnya baru, Arteria Dahlan heboh dan viral, ia merasa dirugikan. Bak kata lagu minang populer Arteria takicuah di nan tarang (tertipu ditempat terang bukan ditempat gelap). Apa lacur nasi sudah jadi bubur.

Inilah risiko dari  zaman buka bukaan. Perlukah Arteria Dahlan melakukan introspeksi dan flash back? Tergantung diri beliau. Arteria Dahlan adalah politisi yang memiliki suara tajam. Dalam mempertahankan argumennya ia tidak segan menghantam politisi senior sekelas Prof. Dr. Emil Salim. Suatu sikap yang menyayat hati, karena bertolak belakang dengan adat dan istiadat orang minang. (Zulfan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.