oleh

IH, Pemilik Daging Rusa Ilegal, Ditangkap Petugas KLHK di Labuhan Bajo NTT

Jakarta.News. Penyidik Balai Gakkum KLHK Wilayah Jawa, Bali dan Nusa Tenggara, menyita dan menahan pemilik 300 Kg daging rusa ilegal berinisial IH. Daging rusa yang setara dengan 30 ekor rusa itu, sedianya akan dikirim ke Bima NTB. Tapi karena kecekatan petugas sehingga dapat digagalkan di Labuhan Bajo NTT..

Penangkapan dan penyitaan berawal dari kecurigaan Tim Operasi Gabungan Balai Gakkum KLHK Jabalnusra, ketika mengetahui ada pengiriman daging yang dibungkus rapi sebanyak tujuh dus. Tim Operasi Gabungan lalu menghubungi penyidik Pos Gakkum KLHK Labuan Bajo guna penyelidikan lebih lanjut.

Kepada wartawan Jakarta.News, M Nur, Kepala Balai Gakkum KLHK Wilayah Jabalnusra mengatakan, “kami akan mengembangkan penyidikan untuk mencari siapa pemburu satwa yang dilindungi ini. Dapat diduga bahwa rusa itu berasal dari Taman Nasional Komodo, karena populasi terbesar rusa ada di sana,” ujar M Nur.

Berkaitan dengan itu, Direktur Pencegahan dan Pengamanan Hutan, Ditjen Gakkum LHK menegaskan, “Populasi rusa, kerbau dan satwa lainnya di Taman Nasional Komodo  harus dijaga karena merupakan salah satu pakan/prey dari satwa komodo dan untuk menjaga keseimbangan ekosistem. Segala  tindakan yang dapat mengganggu dan mengancam  kelestarian habitat Komodo harus dicegah. Demikian juga dengan biota dan habitat laut di  Taman Nasional Komodo dan sekitarnya juga menjadi perhatian untuk tetap dijaga keutuhannya,” ungkapnya.

Adapun barang bukti yang disita petugas di antaranya; 300 Kg daging rusa, 1 buah mobil Pick Up Daihatsu warna hitam, 1 buah Ponsel beserta kartu SIM. Kesemuanya dititipkan di Polres Manggarai Barat untuk penyidikan lebih lanjut.

Penyidik telah menetapkan IH sebagai tersangka, dengan melanggar Pasal 21 Ayat 2 Huruf d Jo. Pasal 40 Ayat 2 Undang-Undang No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya, dengan ancaman hukum maksimal 5 tahun dan denda maksimal Rp 100 juta.

.