oleh

Dae Kamil, Pionir Terdepan Berdirinya Masjid SMPP-SMA2 Kota Bima

Gambar Masjid Kebanggan SMPP-SMAN2 Kota Bima
Baba Redo, ST, Sang Arsitek Bangunan Masjid

Pepatah berlegenda tertera ‘Manusia mati meninggalkan nama, Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang’. Pepatah ini banyak dikutip oleh penulis, orator, motivator atau juru da’wah atau Da’i. Kenapa demikian?. Karena umumnya insan cerdas akan membikin umur atau masa hidupnya lebih panjang dan dikenang orang  dibandingkan mahluk Tuhan lainnya yang akrab dengan kelalaian, sehingga saat ia mati…, perwakilan keluarga hanya dapat menginformasikan “Si Fulan lahir tahun sekian, pensiunan tahun sekian, meninggal hari ini, meninggalkan seorang istri dan sekian orang anak, Almarhum akan dimakamkan di pekuburan sana, mohon dimaafkan semua kesalahannya baik disengaja ataupun tidak, begitu pula jika berhutang agar menghubungi kami keluarganya”. Jika dihitung jumlah suku katanya hanya 39, yaa…. hanya 39 suku kata.

Berpose Saat Penentuan Lokasi Bagunan Masjid

Dae No’u atau Dae Kamil atau lebih seksi lagi yang biasa dipanggil oleh Amancawana La Rosdiana yaitu kakak Jendral…. Dae Kamil menyadari hal itu, seandainya dialami oleh teman-teman baiknya sesama alumni dalam riwayat hidupnya hanya 39 kata, adalah hal yang menyedihkan dan tentu akan cepat dilupakan orang bahkan keluarganya sendiri. Oleh karena itu, disadari atau tidak, Dae Kamil terus menggugah (nggahi mbojona) ‘Na dandar wa’a ku ndai ta’ agar dikenang oleh orang selama-lamanya, melalui amal ibadah di antaranya: Bedah rumah, Talikasih, Bangun masjid adalah media yang bisa dimanfaatkan sehingga nama kita akan tetap hidup dan dikenang selamanya, dan lebih penting lagi pahala akan terus mengalir Insya-Allah.

Ir. Rusdin Adnan, Ketua Pelaksana Pembangunan Masjid

Alhamdulillah atas karunia Allah, gerakan yang dimotori Pembina, Para senior, Ketua lintas, Bendahara dan Para yunior alumni SMPP-SMAN2 Kota Bima, telah membangun dan membedah puluhan rumah yang berada di kota dan kabupaten Bima. Dan sebenter lagi akan membangun masjid di area SMA2 Kota Bima yang bisa diakses oleh masyarakat umum. Dengan demikian, para Alumni akan menginggalkan Nama dan Gading, bukan meninggalkan Belang.

Bendaha, Sampe Ketiduran Menunggu Tranferan Dana

Adapun sember dana adalah kebersamaan para alumni, para guru dan siswa SMA2 Kota Bima untuk menitipkan harta bendanya kepada panitia. Dan harta bendanya yang ditipkannya itu baru akan diambil setelah ia pindah ke alam barjah atau alam akherat.   

Ketua Dewan Pembina Alumni kepada Jakarta-News mengatakan, “kebaikan yang kita perbuat, kebaikan itu pula yang akan kita peroleh, keburukan yang kita perbuat keburukan itu pula yang akan menimpa diri kita” tegas Dae Kamil (mengutip) ayat Al-Qur’an Surah Al’Isro. “Oleh karena itu saya biasakan diri pribadi untuk berbuat demikian, syukur-syukur teman-teman lain mau jawabnya retoris, sambil kelakarin wartawan. “wartawan sudah sumbang belum ?” ledeknya. Wartawan tidak kalah retoris menjawabnya “wartawan akan selalu terdepan dalam niat, tapi duitnya belakangan” jawab wartawan menimpali retorikanya Sang Jendral.

Ketua Lintas Alumni, sekalian sebagi ketua panitia pembangunan Masjid SMA-2 Kota Bima, mengungkapkan “dalam peletakan batu pertama nanti, diharapkan para senior hadir terutama Dewan Pembina. Karena kehadiran beliau sebagai stimulus bagi yunior dan para siswa untuk sama-sama berbuat demi masjid kebanggaan kita” paparnya. Dari hasil pantauan Jakarta-News, panitia intens koordinasi secara transparan sehingga dana terus mengalir ke rekening bendahara.

Tidak mau kalah…, bendahara kocak nan jelita, melapor kepada wartawan, bahwa ia sedang berada di Lombok. Menurutnya “Alhamdulillah rekening terus terisi oleh rakan-rekan di Lombok” papar bendahara bangga. Lalu wartawan nanya “apakah Dole sudah setor?”. “Belum” jawab bendahara sambil terkekeh. Ayoo… Kapan Dole mau setor ?

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.