oleh

Banjir di Hu’u, Dompu NTB, Menerjang 4 Desa Saat Lelap Tidur Malam

Dompu, Jakarta-News. Banjir yang meluluh lantahkan 4 desa di Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu NTB, telah mengundang empati dari Kapolres Lombok Tengan, AKBP Esty Setyo Nugroho,SIK, beserta jajarannya. Mendengar hal itu, melalui Ketua Bhayangkari Lombok Tengah, Riska Esty Nugroho beserta anggotanya diperintahkan untuk mengambil langkah guna membantu korban di Hu’u Dompu. Langkah sigap dari anggota Bhayangkari sehingga terkumpul bantuan dan diserahkan kepada Waka Polres Dompu Kompol I Nyoman Adi Kurniawan,SH, guna disampaikan kepada Camat Huu, yang dilakukan pada hari Kamis (4/3/2021).

Kapolres Esty Setyo, berharap batuan ini jangan dilihat dari besar kecilnya. Tetapi kepedulian terhadap sesama adalah lebih utama. Selain itu ia menghimbau, “marilah kita mencintai alam, manfaatkan alam dengan bijak, jaga ekosistem. Penyebab banjir itu di antaranya, karena berkurangnya hutan sebagai menahan air. Ayo kita tetap berladang…, tetapi buatlah galangan penahan air, sehingga sebagian air hujan dapat resap ke dalam tanah,” paparnya.

Dalam penyerahan bantuan tersebut, Wakapolres Dompu didampingi Kasat Intelkam IPTU Makrus, S.Sos, bersama KBO Sat Sabhara IPTU Syamsul Rizal dan beberapa Personil Polres Dompu, disambut hangat oleh Camat Hu’u, Muhtar, S.Sos, bersama jajarannya.

Usai serah terima bantuan, kemudian rombongan melakukan peninjauan, untuk mengetahui situasi dan kondisi korban. Pada kesempatan itu, Wakapolres menyampaikan pesan persaudaraan dan rasa prihatin dari Kapolres Lombok Tengah, “semoga bantuan yang diberikan itu dapat bermanfaat bagi korban… Dan kami pun memahami bahwa, dampak dari banjir ini, tentu mengalami kerugian materi ratusan juta rupiah. Walau demikian, warga harus lebih mengedepankan kondisi kesehatan. Karena tanpa tubuh yang sehat, sulit untuk bangkit kembali dari suatu musibah,” imbuhnya.

Menyikapi banjir ini, salah seorang Tokoh Agama yang enggan disebutkan jati dirinya, kepada Info-Polisi mengatakan, “Banjir yang menerjang saat warga tengah tidur lelap itu, kalau kita lihat kisah-kisah dalam Al-Qur’an. Ini adalah teguran, dan boleh jadi juga azab, karena sudah banyak manusia yang lalai dan merusak. Hutan-hutan digundulin tanpa batas. Kalau hal ini tidak dikendalikan oleh pemerintan, tidak tertutup kemungkinan setiap tahunnya kita akan mengalami hal yang sama,” paparnya. (Rdw. Ddo).