oleh

Almarhum Kakek: Utk Cucu Taruna Akpol Rangga Nurrizaldy, Nestapa Dalam Proses, Senyum Syukur-lah Menjalani Pendidikan.

Atraktif dengan Hiburan DrambAnd
Beban adalah proses meraih kebahagiaan
Senyum Syukur Nan ‘Ndeso’ dari Sang Orang Tua’

Tuhan Robbul Jalil tidak melihat hambaNya dari status sosial, tampilah phisik, paras wajah atau dari atribut lainnya yang melekat pada diri seseorang. Tetapi Tuhan membedakan antara insan satu dengan insan lainnya berdasarkan ketaqwaannya kepada Sang Khaliq. Mungkin Rangga Nurrizaldy karena terdidik demikian oleh orang tuanya, sehingga diberikan kesempatan untuk bersama-sama Taruna Akpol lainnya mengenyam pendidikan di Akademi Kepolisian Republik Indonesia.

Rangga Nurrizaldy adalah putra pertama dari pasangan Arif Norohman dan Suryati Kule asal Wawo. Nama Rangga adalah nama ‘bermakna’ dalam pandangan masyarakat Bima. Nama itu mengandung makna harfiah lebih-kurang; Jantan; Gagah; Kuat; Pengayom dll… Karena itu pula mungkin harapan orang tuan saat dilahirkannya tanggal 1 Juni 1998, memberi nama anaknya Rangga Nurrizaldy.

Untuk menyandang nama itu, bukan sekedar gagah-gagahan atau ikut-ikutan, tetapi mempunyai konsekwensi psycologis secara morality menjadi pujian atau cibiran. Menyadari hal itu, orang tuanya sedini mungkin mendidik Rangga kecil menjadi anak yang patuh. Patuh pada orang tua, patuh pada agamanya, sehingga dalam keluarga diterapkan nilai-nilai akhlak dan keta’atan.

Alhasil…! dengan pendidikan yang demikian, telah menghantarkan Rangga selalu berprestasi di sekolahnya yaitu menjadi special juara pertama dan menjadi lulusan terbaik di SMAN2 Gunung Putri Bogor pada tahun 2016. Dalam kegiatan ekstra kurikuler ia pernah ikut kejuaraan olahraga Teakwondo hingga tingkat nasional dan menjadi Paskibraka kabupaten.

Skenario Allah dalam menentukan nasib hambaNya. Semangat Rangga untuk mengurangi beban orang tua dalam hal melanjutkan kuliah terus terngiang dalam benaknya. Mengingat kondisi ekonomi orang tua, sementara adik-adiknya juga perlu biaya. Cara satu-satunya yang bisa dilakukan adalah bagaimana mencari kuliah gratis. Untuk obsesinya itu ia giat belajar membahas soal-soal bimbingan test dan yang lebih penting lagi meminta pertolongan Tuhan melalui sholat wajib dan sholat-sholat sunah (tahajut dan duha).

Melihat semangat anaknya yang demikian guna membesarkan hati sang anak, orang tuanya berusaha ‘ber-alibi’ dengan ucapan “jangan khawatir, uang untuk kuliah ada…!” tegas ayahnya. Tentu hati sang anak akan berkata sesuai yang dilihatnya keseharian, lalu dengan ekspresi hormat pada orang tua, Rangga tetap optimis, pasti ada jalan dari Tuhan untuk kuliah gratis.

Werbsite penyelenggara pendidikan untuk ikatan dinas mulai menginformasikan pembukaan dan penerimaan pendaftaran. Kepada kedua orang tuanya Rangga meminta saran dan patunjuk untuk pilihan, sehingga disepakati dan mendaftar ke Akpol.

Proses pun berjalan…! Dan Rangga sangat menyadari apa yang dihadapi kedua orang tuanya, karena ia tidak bisa berbuat apa-apa, hanya sebatas minta pada Tuhan…. Dalam batih orang tuanya hanya ‘semangat yang bertarung keras dengan keterbatasan ekonomi’. Hingga mereka akan menjadikan ‘kepala jadi kaki dan kaki jadi kepala… Rasa malu, sedih dan putus asa terbuang jauh…  Yang mereka lihat dan kagum adalah kegigihan sang anak…

Karena itu, keluarga dekat pun didatangi orang tuanya, terutama almarhum kakek dan nenek untuk minta bantuan, padahal mamanya tahu persis bahwa nenek dan kakek sudah sepuh tidak punya penghasilan apa-apa. ‘Tapi begitulah adanya…!’   

Proses melalui ‘linangan air mata, bercampur aduk optimis dan kecewa, cibiran dan support yang berkesan’ semuanya harus diterima dengan hati tetap bergantung kepada Yang Maha Kuasa. Rupanya Tuhan baru akan memberikan karunia pada hambaNya berupa ‘senyum syukur’ harus melalui proses, bahwa tangan Allah ada di dalamnya. Hingga menghantarkan Rangga Nurrizaldy pada saat itu menjadi nominator terbaik ke-6 dalam seleksi Akpol tahun 2017 untuk daerah Jawa Barat, dan kini tengah berjuang untuk menyelesaikan pendidikan tingkat terakhir di Akademi Kepolisian Republik Indonesia.            

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.